Tentang Shalat Ashar

Shalat Ashar - Shalat Sore

Ashar adalah shalat wajib ketiga dan dikenal sebagai "shalat pertengahan" (ash-shalat al-wustha) — gelar yang diberikan secara khusus dalam Al-Quran. Ini adalah salah satu dari dua "shalat dingin" bersama Subuh.

Terdiri dari empat rakaat fardhu yang dibaca pelan. Nabi ﷺ memberi peringatan keras terhadap ketinggalan shalat ini, dan Allah mengkhususkan penyebutannya di antara semua shalat lima waktu.

Signifikansi & manfaat

Perintah Allah — Dikhususkan

Allah berfirman: "Peliharalah semua shalat (wajib), dan (terutama) shalat Wusta (shalat Ashar). Dan laksanakanlah (shalat) karena Allah dengan khusyuk" (Al-Quran 2:238). Para ulama sepakat bahwa "shalat pertengahan" mengacu pada Ashar.

Peringatan Keras Meninggalkan Ashar

Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa yang meninggalkan shalat Ashar, seolah-olah ia telah kehilangan keluarga dan hartanya" (Sahih Bukhari 552). Dalam riwayat lain: "Barang siapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka batallah amalannya" (Bukhari 553).

Jalan Menuju Surga

Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa yang mengerjakan dua shalat dingin (Subuh dan Ashar), niscaya ia akan masuk surga" (Sahih Bukhari 574).

Amalan Dilaporkan pada Waktu Ashar

Malaikat bergantian pada waktu Subuh dan Ashar. Nabi ﷺ bersabda: "Para malaikat silih berganti mendatangi kalian pada waktu malam dan siang, dan mereka berkumpul pada waktu Subuh dan Ashar. Kemudian yang bermalam bersama kalian naik ke langit… dan Allah bertanya — sedangkan Dia lebih mengetahui — 'Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?' Mereka berkata: 'Kami tinggalkan mereka saat sedang shalat, dan kami mendatangi mereka saat mereka sedang shalat'" (Bukhari 555).

Manfaat-Manfaat

  1. Penekanan Langsung Al-Quran: Tidak ada shalat tunggal yang disebutkan secara khusus untuk dijaga dalam Al-Quran selain Ashar.
  2. Jalan ke Surga: Konsistensi Ashar bersama Subuh membawa ke Jannah.
  3. Perlindungan dari Kerugian: Meninggalkan Ashar adalah salah satu kerugian spiritual terbesar yang digambarkan dalam hadits.
  4. Amalan Naik ke Langit: Amalan dilaporkan kepada Allah saat malaikat Ashar naik — suatu kehormatan bagi mereka yang ditemukan sedang shalat.
  5. Keseimbangan Spiritual: Sebagai shalat pertengahan, Ashar melambangkan keteguhan dan konsistensi iman sepanjang hari.

Cara melakukan / mempraktikkan

Waktu

Ashar dimulai saat bayangan suatu benda menyamai panjangnya (setelah berakhirnya waktu Dzuhur). Waktu yang lebih diutamakan adalah sebelum matahari menguning (yaitu jauh sebelum matahari terbenam). Makruh menunda Ashar hingga matahari menguning, meski shalat tetap sah hingga matahari terbenam.

Cara Mengerjakan Shalat

  1. Berwudhu.
  2. Kerjakan empat rakaat sunah sebelum Ashar (dianjurkan — meski tidak sekuat sunah-sunah lainnya, ia dipuji dalam hadits: Tirmidzi 430).
  3. Kerjakan empat rakaat fardhu Ashar — dibaca pelan.
  4. Jaga shalat ini dengan sungguh-sungguh — jangan biasakan menundanya hingga akhir waktunya.

Setelah Ashar

Setelah Ashar pada hari Jumat khususnya, perbanyaklah doa di satu jam terakhir sebelum Maghrib — ini adalah salah satu waktu yang paling mudah dikabulkan doanya (Bukhari, Muslim).

Catatan Penting

Tidak ada sunah muakkad yang tetap setelah Ashar, meski shalat sunah umum (nawafil) makruh segera setelah Ashar hingga matahari terbenam, dengan pengecualian shalat yang memiliki sebab tertentu (seperti mengqadha dua rakaat sunah Dzuhur setelah Ashar, atau shalat Tahiyyatul Masjid).

Referensi